Next Post

PTSL Desa Watesnegoro Ngoro Mangkrak Ratusan Sertipikat Belum Jadi Kenerja BPN Mojokerto Dipertanyakan

IMG-20210211-WA0122

Mojokerto, jagadpos.com – Program PTSL di Desa Watesnegoro kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terancam mangkrak. Pasalnya PTSL yang dimulai sejak pertengahan bulan Juni 2018 itu, yang belum jadi ratusan sertipikat pemohon atau diinformasikan sekitar seribu sertipikat. “Dari 4000 pemohon PTSL yang ada sekitar 100 sertipikat yang belum jadi hingga kini”, kata DS salah seorang warga Desa Watesnegoro.

Keadaan demikian itu membuat para ketua RT, Kepala Dusun dan Kepala Desa jadi bulan-bulanan dan ejekan warga. Mereka menjadi sasaran dikejar-kejar warga yang menanyakan kenapa sertipikatnya kok belum juga selesai. “Ini sudah dua tahun setengah lho, kok belum jadi juga. Padahal kami sudah bayar lunas biayanya, ” tanya warga.

Para Ketua RT, Kepala Dusun dan Kepala Desa juga Panitia PTSL desa pusing serta beban berat menghadapi masalah tersebut.

Kepala Desa Watesnegoro Sampurno ketika ditemui di Kantornya Rabu, 10 Februari 2021 mengatakan : ” Saya pusing menghadapi mangkraknya program PTSL ini. Bagaimana kinerja BPN Mojokerto itu ? Yang persyaratannya sudah lengkap kok belum jadi juga sertipikatnya. Belum lagi masalah tanah-tanah yang berbatasan dengan sungai kok gak ada solusinya. Ditambah lagi Panitia PTSL Desa yang sepertinya mati suri”.

“Ya mestinya BPN Mojokerto turun kebawah menyelesaikan persoalan PTSL di Desa Watesnegoro. Mereka kan Penitia PTSL tingkat Kabupaten harus bertanggung jawab juga. Jangan hanya menunggu menunggu bola matang saja kemudian tinggal nendang dan gol”, ungkap M warga desa Watesnegoro.

Informasi yang didapat dari lapangan benar bahwa Panitia PTSL Desa Watesnegoro seolah sudah mati sur gak jalan alias mandek. Yang kelihatan aktif hanya beberapa orang saja yaitu Pak H.. Sarrnuji, Rofiq, ST dan Suwarso. Pemohon sudah lunas pembayaran biaya PTSL. Belum pernah ada laporan keuangannya. Jika dikejar jawabannya berbagai alasan termasuk katanya tidak punya SK.

Isu yang berkembang antara lain patok belum terpasang mana biaya pasang patok ? Uang sudah habis, padahal PTSL belum tuntas. Pungutan-pungitan diluar biaya resmi mencuat untuk beli materei, bayar admin untuk melmd dll.

Kepala Desa meminta BPN Mojokerto turun ke bawah menelusuri berbagai masalah yang terjadi dan kemudian mencari solusinya. Sehingga PTSL di Watesnegoro ini segera tuntas. (lin).

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *