Next Post

Team Kuasa Hukum Ada Sengkuni di Balik Tuntutan 4 Tahun Penjara M. Yunus Wahyudi

ADB3B3ED-721B-4482-ACF6-88EEBB6B5157

Setelah melewati 21 kali proses persidangan  yang sebelumnya telah  terjadi 3 kali penundaan sidang tuntutan  akhirnya pada kamis, (5/7/2021) Jaksa Penuntut di pimpin oleh jaksa Robi Kurna Wijaya SH.

menuntut M.Yunus wahyudi 4 tahun penjara.

Dalam tuntutanya Jaksa Penuntut menilai M.Yunus Wahyudi terbukti bersalah dan meyakinkan  telah menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keresahan dan keonaran di masyarakat.

Seperti di beritakan sebelumnya M.Yunus wahyudi mengklaim dirinya “Aktivis Anti Masker” seperti di muat dalam berbagai media cetak dan online serta tersebar di berbagai media sosial. ” Saya ini aktivis anti masker.

di Banyuwangi ini di isukan banyak yang kena covid 19,  Covid 19 itu ada tapi di Banyuwangi tidak ada.Saya pernah  bertemu dengan Bupati Anas dan Pak Rio dan saya bertanya kepada Pak Rio tentang kematian yang ada di Bakungan,  yang ada di Muncar ,yang ada di Kembiritan, yang ada di Silirbaru dan saya bertanya apa benar itu pak matinya kerena kena covid ???.katanya Pak Rio tidak Pak Yunus berarti kan hoax–

Demikian penggalan kalimat yang di sampaikan M.Yunus Wahyudi yang tersebar di berbagai media cetak dan online serta media sosial lainya.

Menanggapi tuntutan jaksa,  team kuasa hukum M. Yunus Wahyudi  yang di wakili oleh La Lati.SH mengatakan, “kami menghargai segala proses hukum yang terjadi dan apa yang menjadi tuntutan Jaksa hari ini bukanlah akhir dari segalanya dalam perkara ini,”terangnya.

Lanjut La Lati bagi kami tuntutan jaksa  yang menuntut klien kami 4 tahun penjara sangatlah  mengada-ngada dan terlihat sangat di paksakan.

“Hal ini di buktikan terjadinya 3 kali penundaan  tuntutan pada sidang-sidang sebelumnya  menunjukan warna warni bentuk intevensi hukum dalam perkara ini,”ungkapnya.

Begitu pula dengan keberadaan “Rentut” (Rencana Tuntutan) bahkan sampai pada tingkatan Kejaksaan Agung, “hal ini menunjukan tensi  intervensi kekuasaan yang begitu kuatnya artinya dalam perkara ini ada keberadaan Sengkuni di belakang layar ” tegas La Lati.

Lanjutnya, kami menghargai apapun tuntutan Jaksa penuntut begitupula dengan Upaya perlawanan hukum klien kami masih terbuka lebar pada sidang berikutnya team kuasa hukum akan mengajukan  Pledoi sebagai upaya hukum untuk membantah seluruh dalil-dalil tuntutan Jaksa Penuntut.

Kami berkeyakinan klien kami hanyalah korban tensi politik untuk keamanan jalannya Pilkada Kabupaten Banyuwangi  yang lalu karena jika di hubungkan antara tuntutan jaksa dengan keterangan saksi- saksi yang di hadirkan oleh jaksa dalam persidangan sebelumnya tidak ada satupun saksi yang merasa resah atau merasa onar ataupun merasa keberatan dengan pernyataan M.Yunus Wahyudi,

Begitupula halnya tidak terbukti di wilayah mana di banyuwangi yang terjadi keresahan dan keonaran dalam masyarakat “sehingga kami tetap berkeyakinan bahwa klien kami akan di vonis seringan-ringanganya oleh majelis hakim.”tutupnya.(jok)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News