Next Post

Sikap tegas Ketua Relawan Semut Ireng Terkait Bongkar Pasang Baliho Bakal Calon Bupati Ponorogo

Ponorogo – Terkait bongkar pasang sebuah baliho bakal calon Bupati Ponorogo di Kelurahan Surodikraman, Ketua Relawan Semut Ireng, Manto Setyawan mengambil sikap tegas, Rabu (22/7/2020).

“Peristiwa pembongkaran baliho yang telah dipasang tim relawan Semut Ireng untuk mengenalkan Sugiri Sancoko kepada masyarakat sebagai bakal calon Bupati Ponorogo, perlu ada tindakan tegas,” ujar Manto saat dikonfirmasi awak media.

Lebih lanjut Manto mengatakan, pemasangan baliho tersebut dianggap sudah sesuai prosedur yang ada diantaranya sudah melakukan perijinan ke dinas terkait. “Kami sudah mengurus surat perijinan pemasangan baliho ke dinas terkait dan kami punya bukti tersebut. Selanjutnya, terkait pemasangan baliho di Kelurahan Surodikraman tim kami juga sudah mendapatkan ijin dari pemilik lahan,” ungkapnya sambil menunjukkan selembar kertas warna merah.

Di lembar kertas tertulis Surat Setoran Retribusi Daerah (SSRD) dengan keterangan di pojok kiri tertulis DPM PTSP Kabupaten Ponorogo, pojok kanan No 187. Tercantum nama Manto Setyawan garis miring Pengenalan Tokoh Sugiri Sancoko.

Di dalam uraian retribusi tertulis Pendapatan dari Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah – Penyewaan Tanah dan Bangunan dalam kurung Reklame. Di dalam surat tersebut juga tertera sejumlah nilai rupiah. Dengan mengetahui Bendahara Penerimaan Danang Sasongko, Penyetor Hendro tertanggal 21 Juli 2020. Di pojok kanan bawah juga tertera Telah Diterima Tunai pada tanggal yang sama.

Sehingga, pembongkaran baliho yang dilakukan Satpol PP dianggap tidak bisa dibenarkan. “Makanya kami bersama relawan Semut Ireng meminta klarifikasi ke kantor Satpol PP, Rabu (22/7/2020). Setelah bertemu dengan pihak terkait yakni Satpol PP, wakil dari Dinas Perijinan dan Perpajakan maka kita sudah ada kata sepakat yakni dipasang lagi baliho tersebut,” ujar Manto.

Diakui Manto, pemasangan baliho bakal calon Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko atas inisiatif sendiri. “Pemasangan baliho tersebut inisiatif sendiri dan didukung para relawan Semut Ireng,” terang Manto.

Upaya pemasangan kembali baliho tersebut pun mendapat pengawalan dari relawan Semut Ireng. “Kami ingin memastikan agar baliho tersebut terpasang kembali seperti yang sudah dipasang para relawan. Kami sudah memaafkan tindakan pembongkaran tersebut dan berharap tidak terulang lagi,” pungkas Ketua Relawan Semut Ireng. (ard)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *