Next Post

Proyek Senilai 5 Miliard Underpass Randu Agung Yang Longsor Ditindak Lanjuti Komisi III DPRD Gresik

Gresik, Jagadpos.com

Komisi III DPRD Gresik angkat bicara terkaid tanah disamping bangunan Proyek underpass Randuagung Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik yang mengalami longsor , telah mendapat perhatian dari Komisi III DPRD Gresik .Kamis 21/01/2021.

” Pada malam tahun baru itulah ambrolnya tanah tersebut  persis hujan sangat lebat jadi pendamping proyek underpass ini ambrol. Ini menunjukkan adanya perencanaan, pengerjaan, dan pelaksanaan yang tidak baik, Kalau pas ambrol dan longsor juga ada yang tertimpa siapa, yang bertanggung jawab?,” ujar anggota Fraksi Nasdem komisi III  Ir. Catur Dadang Raharjo.

Selama ini komisi III DPRD Gresik Ir.Catur Dadang Raharjo melihat kondisi tanah yang Longsong telah ditutup dengan terpal biru dan sangat disesalkan kejadian ambrolnya tanah pendamping proyek Underpass Randuagung tersebut.Sehingga anggota komisi III DPRD Gresik melakukan sidak ke proyek yang senilai 5 miliar tersebut.

Proyek yang dianggarkan sebesar 5 miliard  pada APBD 2020 tahap I sebetulnya tinggal finishing berupa pembersihan sisa – sisa pekerjaan .

Proyek underpass tahap I meliputi pembangunan lorong jalan dengan lebar 7,2 meter dengan beton cor model box culvert ,serta pengerjaan lorong dengan lebar 1,5 meter untuk pejalan kaki.

Selanjutnya Ir . Catur Dadang, menambahkan kenapa tanah yang habis dipotong atau digali untuk proyek underpass kok tidak dibuatkan penahan atau plengsengan, sehingga tanah tak ambrol dan longsor.

” Apa benar pak besuk secepatnya akan dibuatkan bangunan penahan tanah supaya tidak longsor ,saya takut kalau longsor lagi pak .” tanya Bu Narsih kepada awak media.

Masih Ir.Catur Dadang ,

“Saat ini musim hujan, tak menutup kemungkinan jika tak cepat ditangani ambrol dan longsornya makin parah,

Ya pantas saja tanah pendamping underpass ambrol, longsor, wong tidak dibuatkan penahan atau semacam plengsengan,” tegas Komisi III DPRD ini.

Ir . Dadang meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) segera bertindak cepat untuk mengatasi ambrol dan longsornya tanah pendamping Underpass Randuagung. Sebab, sangat membahayakan keselamatan masyarakat sekitar. Terlebih di kanan kiri underpass banyak penjual bunga yang pembelinya yang berlalu lalang .

Pada kesempatan tersebut, Dadang juga mengomentari kondisi jalan nasional yang rampung direkondisi aspal karena terdampak pembangunan underpass. “Kondisi pengaspalannya juga jelek, tipis. Ini catatan. Kontraktor catatan hitam,” kata Ir.Dadang komisi III DPRD Kab.Gresik.

Anggota Fraksi Nasdem tersebut menyatakan, buruknya pelaksanaan proyek underpass menjadi catatan Komisi III. Untuk itu, Komisi III akan mengagendakan hearing dengan kepala DPUTR dan bidang terkait. “Segera kita agendakan hearing,” terang Ir. Dadang.

Untuk proyek underpass tahap II yang juga dianggarkan Rp 5 miliar pada APBD 2021, Komisi III DPRD meminta agar rekanan penggarap underpass tahap I tidak diloloskan apabila mengikuti lelang.

“Rekanan yang menang proyek underpass tahap I menjadi catatan kami, ingat itu DPUTR dan ULP,” pungkas komisi III Ir.Catur Dadang ./ ET.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News