Next Post

PAC ISNU Se-Kabupaten Mojokerto Dilantik Bupati Ikfina : “Saya ini berrugas mengantarkan adik saya KH. Muhammad AlBarra. Jadi saya selesaikan tugas periode ini saja. Untuk kedepannya Insyaallah beliau yang meneruskannya”.

7D616913-A603-47AD-A542-BEE71DDAAB87

Mojokerto – Lagu Indonesia Raya menggema di masjid yang megah, masjid Kampus Institut Kyai Haji Abdul Chalim (IKHAC) Bendunganjati Pacet Kabupaten Mojokerto pada Ahad 21 Meet 2021 siang hari mengawali acara Pelantikan Pengurus Anak Cabang  Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PAC ISNU) Se-Kabupaten Mojokerto.

Diteruskan dengan menyanyikan Mars ISNU dan lagu Islami Yaa Lal Wathan karya KH. Wahab Hasbullah . Dilanjutkan dengan Gema Wahyu Ilahi, Pembacaan Shalawat Nabi, laporan Panitia penyelenggara Ketua PC ISNU Kabupaten Mojokerto, Pelantikan PAC ISNU Se-Kabupaten Mojokerto, sambutan-sambutan Ketua PW ISNU Provinsi Jawa Timur,  Bupati Mojokerto dan Prof. DR. KH. Asep Syarifuddin Chalim, MAg pemangku Pondok Pesantren Amanatul Ummah sekaligus Rektor IKHAC. Acara dilanjutkan dengan Simposium dan kemudian closing ceremony sekitar jam 17.30 Wib.

Hadir dalam acara pelantikan PAC ISNU tersebut, Bupati Mojokerto Hj. dr. IIkfina Fatmawati, M.Si., Wakil Bupati Mojokerto H.Muhammad Albarra, Lc., M.Hum, Katua PC. NU Kabupaten Mojokerto KH. Abdul Adhim Alwi, Prof. DR. KH. Asep Syaifuddin Chalim, M.Ag., Kabakesbangpol Pemkab. Mojokerto Drs. Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, SH., M.Si. ,  Kabag Humas dan Protokoler Hj. Alfiah Ernawati, S.Sos., M.M., Ketua PW ISNU Jatim beserta jajarannya dan Ketua PC ISNU Kabupaten Mojokerto beserta jajarannya serta para PAC ISNU yang akan dilantik.

Ketua PC ISNU Kabupaten Mojokerto H. Mukti Ali, S.Ag., M.M menyampaikan terima kasih kepada Romo KH. Prof. DR. Asep Syaifuddin Chalim, M.Ag. yang telah banyak membantu kami secara luar biasa termasuk memberikan Bea Siswa kepada para sarjana  NU dapat menyelesaikan kuliahnya di pondok pesantren Amanatul Ummah.

Juga menginginkan agar ISNU tidak saja sekedar menjadi kumpulan sarjana NU saja, akan tetapi lebih menjadi kader-kader NU yang mengumpulkan konsep sesuai kemampuan intelektual dan profesionalnya untuk berkhidmat kepada warga masyarakat NU, PC NU Kabupaten Mojokerto dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

“Jangan kuatir bu Bupati dan Gus Wabup kami PC ISNU dan PAC ISNU Se-Kabupaten Mojokerto siap mensupport panjenengan bersdua”, ucap Mukti.

Lahirnya PAC ISNU  diharapkan dapat meningkatkan penguatan intelektual di setiap kecamatan yang kemudian dapat membantu penguatan PCNU dan Pemkab. Mojokeeto dalam mensukseskan program kerja daerah kabupaten Mojokerto.

“Manuk Glatik menclok nang mejo, Mari dilantik  terus dang kerjo”, tutur Mukti mengakhiri sambutannya dengan pantun bahasa Jawa yang artinya Burung Gelatik hinggap di meja, selesai dilantik ya terus bekerja.

Prof. DR. Mas’ud Said,  M. Si. dalam sambutannya sesaat setelah melantik dengan mengambil sumpah para PAC ISNU se-Kabupaten Mojokerto, banyak menyampaikan beberapa hal antara lain bahwa ISNU tergolong masih muda sejak Muktamar Tahun 2010 di Makasar. Tapi sejatinya Sarjana NU sudah lama ada. Putera dan dzuriyah para Kyai Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari,  KH. Wahab Hasbullah, KH. Abdul Chalim, Gus Sholah telah banyak yang menjadi Sarjana kuliah didalan negeri maupun diluar negeri dari berbagai disipilin ilmu agama, ekonomi, kesehatan, nuklir dll. Akan tetapi belum punya wadah atau ikatan.

Ada empat syarat keberhasilan suatu pemerintah daerah yang akan disampaikan salam pelatihan pemerintahan oleh ISNU Jawa Timur dalam waktu dekat ini. Yaitu Leadership,  Keuangan daerah yang kuat, inovasi dan kesejahteraan.

“Saya berharap ISNU Mojoqkerto beserta PACnya dapat bergerak aktif memberikan kontribusi aktif berupa konsep intelektual dan inovasi positif bagi pemerintahan Kabupaten Mojokerto sehingga kedepan nantinya Mojokerto akan lebih baik”, pesan Mas’ud dalam sebutannya.

Bupati Mojokerto Hj. dr. Ikfina Fahmawati, M.Si mengatakan : ” Terima kasih atas supportnya tadi, tapi perlu saya garis bawahi. Saya ini bertugas mengantarkan adik saya KH. Muhammad AlBarra, Lc., M.Hum.. Saya selesaikan periode ini saja. Untuk kedepannya Insyaallah beliau yang meneruskannya”.

“Saya sampaikan selamat kepada para PAC ISNU yang baru saja dilantik. Kami tunggu kontribusinya kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk membatu kami mewujudkan Mojokerto maju, adil dan makmur”, kata Bupati.

Romo KH. DR. Asep Syaifuddin Chalim, M.Ag. dalam sambutannya mengatakan ;” Yang saya hormati anak saya Ibu bupati Mojokerto Ikfina Fatmawati. Saya setiap harinya lebih dari tujuh kali mendoakan panjenengan agar dapat memimpin Mojokerto secara baik dan bijaksana, adil dan sesuai peraturan perundang-undangan”.

Lebih jauh Prof. Kyai Asep menyampaikan bahwa Kepemimpinan Ikbar ini mencita-citakan Mojokerto maju, adil dan makmur,  Mojokerto menjadi miniatur cerminan Indonesia yang maju, adil dan makmur. Mewujudkan cita-cita demikian itu sebenarnya tidaklah sulit. Karena adanya beberapa komponen atau akses, yaitu akses intelektual yaitu ISNU ini, Pergunu dan lain-lainya.

Selanjutnya adanya akses sosial yang membantu dan mendukung pemerintahan Kabupaten Mojokerto mewujudkan kesejahteraan sosial yaitu terpenuhinya segala kebutuhan sosial ekonomi masyarakat secara baik. Oleh karenanya saya mendirikan Foundation (Asep Syaifuddin Chalim/ASC Foundation) yang membantu masyarakan terdampak bencana banjir dan angin ribut, menyediakan mobil mewah boet para pengantin baru agar bahagia menjadi raja sehari. Baru  saja telah saya luncurkan dua mobil sedan mewah untuk itu, yaitu Sedan Camry dan Accord. Sebentar lagi saya berikan bantuan mobil ambulance untuk kepentingan menyokong kebutuhan masyarakat. Semua saya biayai sendiri tidak mengambil dana APBD.

Termasuk dalam waktu dekat ini ASC Foundation akan membangun International University dan Rumah Sakit dilahan yang sudah mulai pembeliannya dibelakang kampus ini memanjang sekitar 2 Km ke Selatan sampai Gedung Ponpes Amanatul Ummah Kembangbelor. Semuanya saya yang menyiapkan dananya. Saya optimis saja karena berdasarkan rujukan kitab panutan kita semua sebuah hadits Nabi yang artinya “Shadaqah tidak mengurangi harta seseorang kecuali akan bertambah banyak”.

Kemudian adanya akses jaringan. Seperti kegiatan saat ini akan menambah adanya jaringan-jaringan baru.

Menutup sambutannya Kyai Asep menyampaikan bahwa banyaknya orang bertanya mengapa Kyai Asep sampai membantu demikian itu? Ya karena konsep terwujudnya masyarakat yang sejahtera, maju, adil dan makmur ada empat pilar berdasar hadits Nabi “Qiwamud dunya bi’arbaati asya’a, awaluha bi’ilmil ulama’, wassani bi’adlil umara, watsalatsin bisakhawatil Agni ya warrrabiu bida’wati fuqara”.

Yang artinya “Tegaknya urusan dunia itu (karena ditopang) oeh lima pilar utama yaitu: Ilmunya para ulama, adilnya para penguasa, kepemurahannya orang kaya, doanya orang-orang fakir, dan jujurnya para pegawai.” (HR. Ibn Mas’ud).

Jadi pilarnya harus memperhatikan nasihat ulama berdasarkan ilmunya, seterusnya pemimpinnya harus adil, kemudian para pengusaha, orang kaya harus dermawan (loman dan tidak bakhil/medit) dan yang keempat doa nya para fukoha karena merasa dirangkul dan diperhatikan.

Kalau keempat komponen itu sudah ada dan keadaannya seperti hadits diatas maka Mojokerto maju, adil dan makmur. Mojokerto menjadi miniatur cerminan Indonesia maju, adil dan makmur akan menjadi kenyataan.

Do’a disampaikan oleh Ketua PC NU Kabupaten Mojokerto KH. Abdul Adhin Alwi.

Selanjutnya digelar Simposium Kebangsaan dengan tema ” PERAN SARJANA NU DALAM MEWUJUDKAN MOJOKERTO MAJU, ADIL DAN MAKMIR “.Sebagai Nara sumber adalah KH. Muhammad Albarra, Lc., M.Hum., Prof. DR. Mas’ud Said, M.Si dan Prof. DR. Zuhratul Mikaffa guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya sedang moderator Miskanto, S.PdI.

Setelah selesai seminar dilakukan upacara penutupan. (lin).

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *