Next Post

Mahyudin Sekertaris Desa Sukajaya Lempasing Lakukan Pungli UMKM Malah Salahkan Kades nya

0A7DB063-91DB-41C4-B203-6F07B69D8BE3

JAGADPOS-Pesawaran-Lampung    Tersandung masalah Pungutan Liar (Pungli) Sekretaris Desa Sukajaya Lempasing Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Mahyudin, menuding Kepala Desanya tutup mata terkait perkara yang sedang dia Hadapi

, Senin (12/07/2021).

Dugaan terjadinya pungli saat Pemerintah Pusat tengah mengucurkan program Bantuan Presiden (Banpres) Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) khusus bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19.

Namun, oleh Mahyudin CS moment  dijadikan peluang usaha untuk mendapatkan keuntungan dengan mengenakan biaya Rp. 50.000,- untuk pembuatan Surat Keterangan Usaha (SKU) pada setiap warga yang menjadi salah satu syarat untuk mengajukan UMKM tersebut.

Hal itu dikeluhkan oleh warga atas biaya yang dikenakan. Sebab, sebagian warga yang mengeluarkan biaya untuk SKU  ada yang berhutang dengan tetangga bahkan dengan bank keliling hanya untuk mendapatkan SKU dari desa. Sementara, tidak ada jaminan pasti mereka mendapatkan bantuan UMKM tersebut

Dengan terunggahnya pemberitaan di Medsos membuat Mahyudin menyesal atas perbuatannya .tambah lagi

dia menyesalkan sikap A. Zainuri selaku Kepala Desa yang menurutnya tidak perduli dengan masalah  yang tengah dihadapinya hingga ia menuding Kadesnya tutup mata dan melakukan pembiaran.

“Masalah ini sudah bergulir berhari-hari tapi kenapa Kades saya ini seolah diam, walaupun dia tahu jajarannya saat ini masih bermasalah utamanya saya sebagai Sekdesnya, padahal ini masalah pemerintahan desa” tutur Mahyudin.

“Dia tidak ada perhatian sama sekali karena saya dianggap salah dan saya dibiarkan menyelesaikan masalah ini sendiri,” urainya.

“Buat saya Kades itu jangankan royal, loyalpun tidak. Padahal saat ini saya masih membutuhkan bantuan darinya terkait masalah ini, minimal diperhatikan,” sesal dan tutupnya terhadap A. Zainuri.

Terkait dengan tudingan itu, A. Zainuri keberatan dan tidak terima dengan apa yang disampaikan oleh Mahyudin selaku Sekdesnya mengenai sikapnya dengan permasalahan tersebut

“Saya keberatan jika Sekdes saya  menuduh saya tutup mata atau pembiaran atas dugaan terhadap nya yang melakukan pungli dengan warga

ucap”, Zainuri.

“Bagaimana kalau saya tidak terima dan ikut melaporkan tindakannya  ?? Apa tidak dia sudah jatuh tertimpa tangga pula ?” dengan nada kesal Kades   memaparkan sikapnya.

“Untungnya saya masih sadar, karena bagaimanapun juga dia  Sekdes saya, yang harus saya bantu dan saya lindungi. Harusnya dia lebih bijaksana untuk mengucap terlebih dengan usianya sekarang,” harap dan tutup A. Zainuri. (Zohir)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *