Next Post

Baliho Bakal Calon Lain Dibongkar Satpol PP saat Bupati Giat di Kelurahan Surodikraman, Ponorogo

Ponorogo – Baliho bergambar bakal calon bupati Sugiri Sancoko yang terpasang di halaman salah satu rumah penduduk Kelurahan Surodikraman dilepas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ponorogo, Rabu (22/7/2020) pagi.

Tindakan Satpol PP ini dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak pemasang. Menurut keterangan sang pemilik rumah, pencopotan dilakukan petugas Satpol PP didampingi Lurah setempat.

Banner Giat Bupati Ponorogo di dekat lokasi baliho yang dibongkar.

“Tadi Bu Lurah bilang, yang punya rumah suruh datang ke kelurahan. Dan pihak yang pasang, silahkan ke kantor Satpol PP,” kata pemilik rumah saat dikonfirmasi di rumahnya.

Dari pantauan di lokasi, ada pemasangan banner atau spanduk berisi ucapan ‘Selamat Datang kepada Bupati Ponorogo, Ipong Muchlisoni beserta istri, Sri Wahyuni’ terpasang di depan jalan atau gang yang berada tepat di samping rumah tempat baliho Sugiri terpasang, yaitu di jalan Jayakatwang.

Sebagai informasi, Bupati beserta istri, Rabu (22/7/2020) dijadwalkan melakukan peluncuran dan peletakan batu pertama program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di lokasi tersebut.

Berdasarkan kondisi tersebut, pihak pendukung atau relawan Sugiri merasa pencopotan tersebut bersifat tendensius. Karena, baliho serupa  di tempat lain masih terpasang di tempatnya.

Hal inilah yang membuat relawan pendukung Sugiri Sancoko atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Relawan Semut Ireng” merasa tidak terima dengan tindakan Satpol PP tersebut.

Kemudian mereka mendatangi kantor Satpol PP yang berada di kompleks gedung pemerintahan Kabupaten Ponorogo. Para relawan tersebut ingin mengklarifikasi tindakan pencopotan tersebut.

“Kami ingin meminta surat perintah pencopotan baliho tersebut. Siapa yang memberikan perintah dan apa alasannya,” kata Manto Setiawan, Koordinator Relawan di depan awak media.

“Kami sudah punya izin, maka kami minta (baliho) itu dipasang kembali oleh pihak Satpol PP,” imbuhnya.

Pihak Satpol PP yang menerima kedatangan para relawan tersebut mengatakan bahwa (pencopotan) itu adalah perintah atasannya.

“Saya tidak tahu. Saya hanya menjalankan tugas. (Pencopotan) itu perintah atasan,” jawabnya.

Namun, Andrea mengaku bahwa tidak ada surat perintah, hanya bersifat lisan. Selanjutnya, di depan massa yang berkumpul, dirinya berusaha menghubungi atasannya yang sedang tidak berada di tempat.

Sekira pukul 11.00 WIB, massa yang berkumpul meninggalkan kantor Satpol PP untuk pergi ke kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Ponorogo mengawal Sugiri Sancoko mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati ke partai bergambar bintang sembilan tersebut. (ian/ard) 

 

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News