Next Post

Ki Ageng Nono Suhartono Resmi Pimpin Dewan Lembaga Pelestari Adat dan Budaya Majapahit

Mojokerto – Mantan Kepala Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Nono Suhartono yang dijuluki sebagai Ki Ageng Nono Suhartono Sukodono Prabu Joyonegoro secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Lembaga Pelestari Adat dan Budaya Majapahit masa bhakti 2020-2023 setelah melakukan prosesi sakral Jamasan atau Sesuci.

Prosesi sakral Jamasan tersebut digelar dalam rangkaian acara Penobatan Ketua Dewan Lembaga Pelestari Adat dan Budaya Majapahit masa bhakti 2020-2023 di area Wisata Petirtaan Jolotundao Trawas Mojokerto, Minggu (26/7/2020) pagi.

Rangkaian acara Penobatan Ketua DLPABM itu dimulai dengan Pembukaan, pagelaran tari Bedoyo Triloka,  menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, ujub sesaji, jamasan, penyempurnaan sesuci di Sumber air Jolotundo, pemakain jubah kebesaran dan mahkota, Sumpah Amukti Palapa, Sambutan-sambutan dan terakhir do’a penutup.

Ketua panitia, Kartiwi dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada para undangan yang hadir dalam acara Penobatan Ketua DLPAB Majapahit tersebut.

“Rasanya kita sudah senang dan bahagia ketemu saja, bertatap muka sesama pecinta dan pelestari adat dan budaya Majapahit,” katanya di depan para hadirin.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Amat Susilo yang hadir mewakili Bupati Mojokerto mengatakan, Bupati Mojokerto H.Pungkasiadi berhalangan hadir karena ada kegiatan lain yang sudah terjadwal lebih dahulu sebelumnya.

“Meski demikian, kita berharap (ketidakhadiran bupati) itu tidak mengurangi kesakralan dan kemeriahan acara ini. Karena, kita sudah diwarisi oleh para leluhur kita berupa situs Jolotundo dan banyak situs yang lain, termasuk situs religi Troloyo. Ini semua harus kita, jaga, rawat dan lestarikan,” papar Amat.

“Terima kasih juga kepada panitia karena sudah memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dalam acara ini, sebagai bentuk kerjasama terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto memutus mata rantai Covid-19,” imbuhnya.

Ditemui usai acara, Ki Ageng Nono mengungkapkan bahwa amanah yang diembannya ini merupakan tugas berat karena harus menjaga nama baik leluhur. Namun dia berjanji akan berusaha sebaik-baiknya untuk melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Majapahit.

“Program ke depan adalah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, khususnya dinas pariwisata untuk mengenalkan budaya Majapahit yang kita miliki sampai ke seluruh dunia,” ucapnya. (dr/ian)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News