Next Post

Jurianto Pimpin DPC PAPDESI Mojokerto Masa Bhakti 2021-2026

IMG-20210226-WA0035

jagadpos.com, Mojokerto – Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia ( DPC PAPDESI) Kabupaten Mojokerto masa bhakti 2021-2026 secara resmi telah terbentuk.

Para pengurus DPC PAPDESI Kabupaten masa bhakti 2021-2026
tersebut telah melakoni prosesi Pelantikan pada Kamis, 25 Februari 2021 pagi bertempat di hall Guest House IKHAC (Institut Kyai Haji Abdul Chalim) Bendunganjati Pacet Mojokerto.

DPC PAPDESI Mojokerto 2021-2026 dipimpin oleh Jurianto Bambang S (Kades Duyung Trawas) sebagai Ketua. Duduk dijajaran Wakil Ketua Agus Siswahyudi,S.H.( Kades Cinandang Dawar) , Miftahuddin, H. Rifan Hanum, S.H., M.H.(Sidoharjo Gedeg), Mohammad Afif (Pesanggrahan Kutorejo) dan H. Mustadi, S.H.(Ngastemi Bangsal).

Sekretaris dijabat oleh H. Anton Fatkhurohman, S.T. (Kades Bangsal). Dijajaran Wakil Sekretaris Heri Bambang Suyanto (Balongmasin Pungging, H. Sunyoto (Kalen Dlanggu) , Siandi, S.H., M.H.(Kebontunggul Gondang), Endik Sugianto (Pandanarum Pacet),Yadi MustofaMustofa (Pacet).

Adapun yang duduk pada jabatan Bendahara Mochammad Irfan (Kades Menanggal Mojosari) sedang Wakil Bendahara Nanik Nurhayati ( Kebondalem Mojosari) dan H. Khusaini (Leminggir Mojosari).

Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Andik Wibowo (Pagerluyung Gedeg), Joko Santoso, S.H. (Sumengko Jatirejo) dan Heppy Iswahyudi (Sooko). Bidang Pemerintahan dan Antar Lembaga Andri (Kupang Jetis), Takrib, S.H. ( Wonosari Ngoro) dan Nuroso (Lengkong Mojoanyar). Bidang Hukum dan Advokasi Afan Faizin (Lebaksono Pungging), Sugeng Santoso (Kalipuro Pungging) dan Suhartono (Wringin rejo Sooko). Bidang Humas dan Infokom Purwaji (Sukosari Trawas), Winarno (Kewedenkembar) dan Wulyono (Trawas). Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dwi Suwartini ( Mlaten Puri), Siti Maidah ( Ngrowo Bangsal) dan Yuli Astuti (Pekukuhan Mojosari).

Koordinator Wilayah Eks. Kawedanan Mojokerto Khoirul Hadi (Pakis Trowulan) dan Indra Ari Kusuma ( Sumberjati Mojoanyar). Eks. Kawedanan Mojosari Gimin (Kepuhpandak Kutorejo) dan H. Saumar ( Tambakrejo Ngoro). Eks. Kawedanan Jabung Tatang Sugiarto, S.Pd.(Mojogeneng Jatirejo) dan Dadang Saifuddin (Bendunganjati Pacet) dan Eks. Kawedanan Mojokasri Anton Suprapto (Talunbandong Dawar) dan Yasminto ( Sawo Jetis).

Dalam sesi wawancara, Ketua DPC PAPDESI Mojokerto Jurianto didampingi oleh Wakil Ketua Muhammad Afif dan Wakil Sekretaris Endik Sugianto mengatakan :”PAPDESI ini azasnya kebersamaan, merupakan satu wadah Kepala Desa dan Perangkat Desa menampung aspirasi yang tujuannya untuk inovasi desa”.

Lebih jauh Jurianto menyampaikan bahwa tujuan kita adalah membangun Mojokerto bangkit mengembalikan kejayaan Mojokerto seperti dulu lagi. Semua desa prinsipnya sama sedang yang berbeda hanyalah inovasinya masing-masing sesuai dengan potensi yang ada di desa itu sendiri.

Dengan PAPDESI ini kita harus bekerjasama, mewujudkan Persatuan dan Kesatuan, tanpa Persatuan dan Kesatuan mustahil kita bisa membangun kemajuan Mojokerto yang sebesar ini.

Disamping itu yang penting juga salah kita mendampingi visi dan missi dari Bupati dan Wakil Bupati yang baru.

Sedangkan Endik mengatakan : “Bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem
pemerintahan NKRI”.

Kemudian Endik melanjutkan keterangannya. Bahwa Eksistensi Desa berlanjut kepada eksistensi Negara. Ada desa baru ada Negara. Tanpa adanya desa mustahil adanya sebuah negara. Oleh sebab itu jika desa-desa sudah pada baik maka dijamin negara akan baik.

Dengan adanya PAPDESI yang merupakan wadah berhimpunnya Kepala Desa, Sekdes, Kadus, para Kasi dan Kaur maka tidak ada lagi asosiasi-asosiasi lainnya lagi, sambung Endik.

Tapi kita tidak menampik kalau ada Asosiasi lain tempat berhimpun dari komponen desa yang ada. Karena itu merupakan hak yang dijamin oleh konstitisi, pungkas Endik.

Afif Wakil Ketua menyampaikan : ‘ Bahwa dasar hukum berdirinya PAPDESI jelas dijamin oleh konstitusi atau undang-undang yaitu kebebasan bersyerikat, berkumpul mengeluarkan pikiran dan pendapat”.

” Kita sifatnya terbikan bisa dan dapat bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain “, lanjut Affif.

Ditanya apa program unggulannya ? Afif menjawab : ” Program pertama kita akan mengadakan Raker. Dalam raker tersebut yang akan dibahas program unggulan yaitu memajukan sektor Pertanian dan Perikanan”.

Sebelumnya Prof. DR. KH. Asep Syaifuddin Chalim, M.Ag Rektor IKHAC sebagai tuan rumah dalam sambutannya mengatakan : ” Kita bertekad menjadikan Mojokerto yang maju, adil dan makmur. Mojopahit bangkit dan Mojokerto menjadi miniatur Indonesia yang maju, adil dan sejahtera “.

” Itu semua bisa tercapai tergantung kepada para pioner-pioner dibawah yaitu panjenengan semua. Kalau para kepala desa baik kerjanya maka Mojokerto yang maju, adil dan makmur; Mojopahit bangkit dan Mojokerto menjadi miniatur Indonesia maju, adil dan sejahtera akan menjadi kenyataan”, sambung Kyai Asep.

Lebih panjang Kyai Asep melanjutkan meminta kepada para kades untuk melihat kalau-kalau ada warga desa yang rumahnya masih berlantai tanah . Sehingga mengganggu kebersihan dan kesehatan oleh karena meludah seenaknya. Saya ingin membantu sehingga rumah yang berlantai tanah itu bisa dikeramik. Saya sediakan keramik dan tukangnya. Saya ingin kerja sama dengan Koramil yang biasanya melakukan bedah rumah. Saya senang agar program bedah rumah ini terus ada dan menggaung.

Saya kepingin membantu agar kemanten baru atau raja sehari di desa-desa dapat berbahagia dengan menumpang mobil sedan yang bagus. Saya akan sediakan tiga mobil sedang Camry baru dengan sopirnya untuk para kemanten baru biar memakainya dengan gratis.

Baru saja saya mendirikan ASC Foundation yang bertujuan membantu masyarakat Mojokerto. Saya akan membeli 18 mobil ambulance untuk memberi kemudahan bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

Kepada pimpinan daerah Mojokerto yang baru Bupati dan Wakil Bupati untuk utamanya membangun sektor pendidikan tanpa mengesampinhkan sektor yang lain. Karena dengan pendidikan orang menjadi pintar, cerdas dan mengetahui serta memahami berbagai persoalan.

Allah berfirman : ” Tidak sana orang yang mengetahui dan orang yang tidak tahu”.Jadi tidak sama orang yang pandai dengan orang yang bodoh. Juga tidak sama orang yang berilmu dan tidak sekolah.

Ditempat lain Allah juga berfirman : ” Allah mengangkat orang-orang beriman dan berilmu beberapa derajad”.

Saya tidak ingin mendengar lagi anak-anak yang lulus SD tidak melanjutkan lagi. Gara-gara terkena omongan untuk apa sekolah lagi ? Kan sekolah tidak ada gunanya. Kata Kyai Asep mengakhiri sambutannya. (lin).

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *