Next Post

Bupati Madiun Memperlakukan “One Gate Sistem” Saat Jumpa Pers

Bupati Madiun H.Ahmad Dawami bersama Forkopinda
Bupati Madiun H.Ahmad Dawami bersama Forkopinda

Madiun, Jagadpos. Com – Mengingat setiap harinya kasus Positif covid – 19 di Kab. Madiun bahkan yang meninggal juga ada peningkatan, maka Pemerintah Kabupaten Madiun terpaksa melaksanakan one gate sistem (satu pintu di setiap desa). Hal ini dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan masyarakat dari keganasan penyakit dari Wuhan China itu.

Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami dalam jumpa pers menegaskan, one gate sistem bukan untuk membatasi kegiatan ekonomi masyarakat melainkan agar pelaku ekonomi lebih disiplin melaksanakan protokol kesehatan ketika keluar masuk desa.

Bupati Madiun meyakini dengan satu pintu itu akan lebih mudah mengawasi masyarakat dan bisa memastikan mereka pakai masker, begitupun orang dari luar (pendatang) harus mematuhi protokol kesehatan.

“Kita tidak ingin ekonomi tertekan berkepanjangan. Kita tidak boleh terserah dan menyerah. Apalagi menyikapi kasus covid di Kab. Madiun maka kita tidak boleh tinggal diam begitu saja. Jadi one gate sistem ini bukan untuk membatasi kegiatan ekonomi, orang yang berjualan silakan tapi wajib melaksanakan prokes,” jelas Bupati Madiun,kamis sore (4/2/2021).

Sekali lagi Bupati Madiun menegaskan bahwa one gate sistem bukan untuk menyengsarakan masyarakat justru upaya untuk menyelamatkan masyarakat dari covid – 19. Untuk itu, dirinya minta kepada siapapun agar tidak su’udzon atau berprasangka buruk dulu, karena tidak ada pembatasan secara total tapi dengan satu pintu ini agar lebih mudah mengawasi gerak masyarakat.

Bupati Madiun ingin semua tahu bahwa sebelum one gate dijalankan, setelah tahun baru 2021 kemarin di Kab. Madiun setiap hari selalu ada yang meninggal rata-rata 2 orang, pertambahan covid setiap hari 20 orang, ini harus dihentikan bersama-sama. “Selaku kepala daerah, tidak mungkin saya membiarkan masyarakat meninggal atau membiarkan kasus covid terus bertambah,” tandas Bupati Madiun.

Kapolres Madiun, AKBP Bagoes Wibisono menambahkan, bahwa One Gate System menjadi ujung tombak dalam penanganan covid-19. Saat ini sekarang ada RT, RW Lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat juga harus terlibat. semua berperan aktif saling menghimbau mengingatkan agar kab madiun cepat pada zona hijau lagi. Sekarang tugasnya ada di masyarakat, petugs akan mengawasi dengan ketat demi kelangsungan hidup masyarakat Kabupaten Madiun, tutupnya.

Perlu diketahui, hingga Kamis (4/2/2021) jumlah kasus positif covid-19 di Kabupaten Madiun mencapai 1.161 orang. Yang dahulunya peringkat paling bawah se-jatim sekarang naik peringkat 6 dari bawah. Diberitakan juga, jumlah sepuluh warga Kabupaten Madiun yang meninggal terpapar covid-19 hari ini menjadi rekor baru dan Rata-rata pasien yang meninggal sudah lansia dan memiliki penyakit penyerta.(s.rud)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *