Next Post

Subdit I Ditnarkoba Polda Jatim Ungkap Kasus Narkoba dan Amankan Senpi Rakitan

3B93E6D3-E2E1-4143-9002-A45E32BFDCD8

SURABAYA,Jagadpos.com

Ditresnarkoba Polda Jatim berhasil  ungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis Sabu dan tindak pidana senjata api ilegal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 Ayat (1) dan/atau Pasal 112 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No.12 Tahun 1951 Jo Pasal 55, 56 KUHP.

Aksi itu terjadi Senin 08 Maret 2021 sekitar pukul 14.30 WIB di dalam rumah tersangka berinisial KD (33) warga Ds./Kel.Sumberjo Kec. Wonosalam Kab.Jombang. Tersangka lain berinisial UC (46)  warga Swideng Kel. Tawang Sari Kec. Trowulan Kab. Mojokerto.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko bersama Dirreskoba Kombes Hanny Hidayat dan Wadir Narkoba AKBP Aris Supriyono serta Kasubdit Kompol Daniel Somanonasa, Selasa (16/3/2021) mengatakan, kronologis tim Subdit 1 Narkoba Polda Jatim yang dikomandani oleh AKBP Daniel melakukan penangkapan terhadap tersangka KD di Ds. Sumber Rejo Kec. Wonosalam Kab. Jombang dengan barang bukti 10  bungkus plastik klip berisi narkotika jenis Shabu dengan berat kotor seluruhnya 5,86 gram beserta bungkus plastiknya dan  alat hisap Shabu dan 2 unit senjata api rakitan jenis revolver, dan  senjata air softgun jenis FN, 20 butir peluru tajam caliber 38 mm.

Hasil interogasi terhadap tersangka KD bahwa senjata api tersebut didapat dari tersangja UC. Selanjutnya, petugas juga melakukan pengejaran terhadap MAS (DPO) pemilik Sabu.

Motif Pelaku KD disinyalir sebagai pengedar/penjual narkotika jenis narkotika jenis Shabu dan pemulik senpi rakitan. Untuk tersangka UC adalah pemberi senpi rakitan kepada tersangka KD.

Barang bukti yang diamankan 10  bungkus plastik klip berisi narkotika jenis Shabu dengan berat kotor seluruhnya 5,86 gram beserta bungkus plastiknya; HP Oppo warna biru hitam; alat hisap shabu terbuat dari kaca; pucuk senpi rakitan jenis revolver, pucuk senpi rakitan jenis revolver; pucuk air soft gun jenis FN;  20 butir amunisi caliber 38 mm.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal  Pasal 114 Ayat (1) dan/atau Pasal 112 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun hukuman penjara.

Pasal 114 ayat (1) dan/atau pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun hukuman penjara; Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951 dihukum dengan hukuman mati atau hukuman  penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya. (dhione)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *