Next Post

Putusan Mahkamah Agung Kukuhkan PT. PRIA sebagai Perusahaan Pengolah Limbah bukan Pencemar Lingkungan

Mojokerto – Kasus hukum yang dijalani perusahaan pengolah limbah B3, PT. Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) di Pengadilan Tata Usaha Negara akhirnya selesai. Hal ini ditandai dengan keluarnya putusan Mahkamah Agung yang menolak permohonan Peninjauan Kembali (Judicial Review) yang diajukan oleh pihak penggugat, LSM Green Woman yang diwakili oleh Sutamah dan Rumiyati.

Keterangan ini disampaikan langsung oleh Mujiono, Manajer Plant PT. PRIA dalam konferensi pers di Wisma TJ, Gedeg, Jumat (18/9/2020).

“Dalam putusan MA Nomor 49PK/TUN/LH/2020 telah menguatkan putusan PTTUN Nomor 45/B/LH/2019/PT.TUN.SBY dan putusan PTUN Nomor 100/G/LH/2018/PTUN.SBY. Dimana MA yang telah memeriksa dan memutus perkara menyatakan menolak permohonan Peninjauan Kembali dari pihak LSM Green Woman,” tuturnya di hadapan awak media yang hadir.

Kebahagiaan ini menurut Mujiono semakin lengkap dengan keluarnya putusan Pengadilan Tinggi Nomor 440/PDT/2020/PT.SBY yang menyatakan menolak permohonan banding LSM Pendowo Bangkit terhadap putusan PN Mojokerto Nomor 4/Pdt.G/LH/2020/PN.Mjk.

“Di PN Mojokerto, PT. PRIA digugat Perbuatan Melawan Hukum melakukan pencemaran lingkungan. Sedangkan kalau di PTUN yang digugat tentang izin lingkungan. Alhamdulillah semua tuduhan itu tidak terbukti,” katanya.

Dirinya berharap, dengan selesainya persidangan ini maka tidak ada lagi stigma (anggapan) negatif tentang PT. PRIA.

“Setelah (persoalan) ini, kami berharap bisa konsentrasi pada pekerjaan. Apalagi di masa pandemi sekarang ini peran kita sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk memusnahkan limbah Covid-19,” tuturnya.

Menurut Hari Tjahyono, salah seorang penasehat hukum PT. PRIA, setelah persoalan hukum ini selesai pihaknya akan bersikap proaktif dalam bergerak.

“Selama ini kita hanya bersikap reaktif. Jadi kalau ada tuntutan atau gugatan, baru kita melawan. Secara posisi, ini tidak baik. Karena seolah-olah kita ada di pihak yang salah. Padahal sebagai perusahaan pengolah limbah, kita bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan,” kata advokat jebolan Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto ini.

Dijelaskannya, sebagai contoh, banyak postingan di media sosial yang berkomentar negatif terhadap PT. PRIA tanpa didukung alat bukti yang cukup.

“Selama ini kita diamkan. Tapi setelah ini akan kita sikapi, agar tidak terus menciptakan citra buruk bagi perusahaan,” ujarnya.

Sesuai usulan awak media yang hadir, PT. PRIA berencana akan lebih terbuka dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media massa tentang berbagai kegiatan pengolahan limbah di dalam perusahaannya, termasuk kegiatan sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

Edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup dan peran sentral perusahaan pengolah limbah dalam mata rantai industri.

 

Terpisah, kuasa hukum Pendowo Bangkit, Rulli yang dihubungi melalui sambungan seluler dan pesan whatsapp, sampai berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

Sedangkan Nurasim, Ketua LSM Pendowo Bangkit, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan dirinya belum tahu tentang kabar tersebut.

“Saya belum tahu, belum dengar berita apapun. Rencananya, kami, saya dan teman-teman mau kesana (menemui kuasa hukumnya). Ga enak kalau diomongkan lewat telepon. Lebih enak sambil ngopi bareng, kita tanyakan sudah sejauhmana proses (banding)-nya,” tutur Nurasim, Jumat (18/9/2020).

Tapi Nurasim mengaku belum percaya dengan kabar (putusan banding) tersebut yang dianggapnya terlalu cepat.

“Prosesnya masih berapa minggu, kapan mempelajarinya? Biasanya sekitar 6-7 bulan,” jawabnya.

Mengenai sikap yang akan diambil terkait putusan tersebut, Nurasim mengatakan dirinya tidak mau berandai-andai.

“Kita tanyakan dulu kebenarannya. Kalau memang benar, baru kita musyawarahkan langkah selanjutnya,” pungkasnya. (ian)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News