Next Post

Proyek tak Bertuan Dikerjakan Amburadul Tanpa Pengawasan Dinas Penyalur Sanitasi

88E3A2AE-EA88-4A83-8F15-7FCFCC1B7AC9

JAGADPOS -LAMPUNG-PESAWARAN

Pembangunan kamar kecil untuk membuang hajat atau kabarnya sanitasi stunting dan sumur bor  di pemukiman penduduk di Desa Gunung Rejo Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran itu diduga termasuk proyek siluman, hal ini karena tidak jelas informasinya dinas mana yang membangun proyek tersebut, tidak jelas sumber instansi dan anggarannya, rabu(16/06/2021).

Dari hasil cek dilapangan oleh awak media, selain tidak ditemukan papan informasi di lokasi pembangunan, juga pekerjaan itu terlihat seperti tergesa-gesa seolah ingin cepat selesai hingga meninggalkan hasil pekerjaan yang amburadul.

Dugaan itupun diperkuat dari keterangan dua pekerja inisial  S.T Dan  S.G mnyampaikan kepada awak media J.P pembangunan sanitasi soal upah per-titik proyek sanitasi itu. 

Tidak singkron karena saudara  S.T menyebutkan upahnya Rp. 1.125.000 sementara  saudara S.G  menyebutkan Rp. 1.500.000.

Ditambah dari keterangan yang didapat dari Kaur Umum Gunung Rejo Rozikin, saat bertemu di Balai Desa, dia mengatakan.

“Pembangunan WC Stunting ini dari PUPR dan Ali Ansor Haq sebagai pendamping kegiatan didesa yang diketuai oleh Budi selaku Ketua Kelompok Masyarakat (KKM) dan Bendahara Ibu Rita istri dari Kepala Desa Wawan yang di SK kan sebelum Ramadhan kemarin, ” paparnya.

“Dan mengenai dana dari WC ini sebesar Rp. 500.000.000/desa yang saya tau untuk 50 titik. Dan didesa ini baru 12 titik yang dibangunkan untuk tahap pertama, ” lanjutnya.

“Sementara kalau soal sumur bor, ini PAMSIMAS(pam masyarakat) tahap dua dari pemda yang diketuai oleh Wahyudi dan Satin adalah penghibah tanah dari lokasi pengeboran itu, kalau soal anggaran saya tidak tahu, ” tutupnya.

informasi yang didapat  dari salah-satu warga sekitar, untuk penggalian save ticktang itu dikerjakan secara swadaya atau harus dilakukan oleh penerima bantuan bangunan WC(kamar kecil)  itu tanpa ada anggaran sepeserpun hingga hal itu dikeluhkan oleh seorang istri dari bpk T.M kakarena Suaminya sakit setelah melakukan penggalian itu tanpa ada Kompensasi dari pihak terkait ununtuk biaya pengobatan ke puskes terdekat agar pulih kembali

imbuh istri T. M, ”           (zohir) team

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *