Next Post

MASYARAKAT LOLAWANG KECEWA DAN MEMBERHENTIKAN TRANSPORTER PEMUAT SAMPAH PT. SAI KARENA MELANGGAR KESEPAKATAN

Mojokerto , jagadpos.com ,24 /10/2020 11:15 wib ,  tim media jagadpos mengkonfirmasi di balai desa LOLAWANG dengan bapak kades Sugiarto , Kadus, BPD dan karangtaruna setempat ,di benarkan adanya pemberhentian sementara atas dasar keterangan bapak Kapolres kabupaten Mojokerto, yang menegaskan dan menjelaskan kepada masyarakat bahwa sampah domestik tidak akan di keluarkan dari PT SAI sebelum permasalahan pihak ke tiga pengambilan sampah itu belum bisa di selesaikan oleh pihak warga lingkungan desa LOLAWANG dengan acuan surat kesepakatan.

Ternyata pada hari Kamis 22 Oktober 2020 sekitar pukul 14:00 wib PT SAI mengeluarkan sampah tersebut tanpa adanya pemberitahuan terhadap warga lingkungan dan kades LOLAWANG sehingga membuat kepanikan warga setempat, kemudian ada salah satu warga yang menanyakan ke pak kades ,apa kesepakatan sudah selesai kok ada aktifitas pengambilan sampah di lokasi PT SAI yang memakai transporter PT AL RASHED ,dengan tegas kades LOLAWANG jawab belum ada konfirmasi penyelesaian soal kesepakatan.

Akhirnya puluhan warga berbondong bondong menghentikan kegiatan pengangkutan tersebut tapi sebelumnya sudah terlanjur ada yang di angkut hari ini, tegas salah satu warga yang enggan disebutkan namanya tersebut “sampah yang sudah terlanjur keluar pabrik biarkan saja, tapi untuk besok besoknya akan di stop aktifitasnya jika mengulangi lagi hal yang sama”.

Masih kata warga , PT SAI yang dalam surat kesepakatannya itu tertuang bekerjasama dengan CV giri meru tapi kenyataannya berbeda, ternyata sampah tersebut tidak di bawa ke gudang CV giri meru melainkan di bawah ke gudang lain di wilayah desa Wates Negoro kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.

Pihak pemdes dan warga lingkungan LOLAWANG sangat kecewa dengan kejadian ini ,dan sangat marah karena merasa di bohongi dengan adanya kesepakatan yang hanya sebuah himbauan saja.

Setelah kejadian itu warga dan pemuda karang taruna bersiaga agar tidak pengeluaran sampah terjadi lagi ,dan sangat di sayangkan mengapa PT SAI mempercayakan persoalan sampah ke pihak ke tiga bulan ke pihak masyarakat lingkungan yang terdampak langsung.

Bukannya menurut UU no 32 tahun 2009 pasal (1)&(2), mengacu PP 101 mempunyai turunan peraturan, yang bisa di perdeskan soal pemilahan barang bekas, semestinya pihak perusahaan PT SAI lebih percaya warga sekitar daripada pihak ke tiga. MQ-79w

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *