Next Post

KASUS DUGAAN FIKTIF DAN “MARK UP” DESA BAYAS JAYA MULAI TERKUAK

26913BEF-9DD3-4DAA-8CFA-BAA70B31DA91

Jagadpost-pesawaran-lampung

Dugaan masyarakat desa bayas jaya mulai terkuak dengan adanya dugaan penyimpangan dana anggaran tahun 2020 Desa bayas jaya  kecamatan waykhilau kabupaten pesawaran

yang Sudah menyalahi aturan pengelolaan anggaran dana desa (DD) ternyata satu persatu mulai ketahuan  banyak yang di anggarkan secara Fiktif oleh oknum kepala desa,

dan masyarakat yang merasakan dampak kekecewaan atas kesewenangan kepala desa Bayas jaya,

Selasa14 sept 2021

Dari beberapa masyarakat yang telah di konfirmasi oleh media ini salah satu nya berinisal  M.P mengatakan bahwa pembangunan gardu yang sudah ada sejak kepengurusan kepala desa lama Sakrani (ALM) itu adalah SWDAYA   yang di buat oleh masyarakat langsung pada th.2017 lalu  artinya sebelum kepala desa yang sekarang menjabat jadi kepala desa pos ronda itu memang sudah ada

dan kalau boleh jujur semua itu Tidak ada sumbang sih sedikitpun dari kepala desa yang sekarang, dimana Pos ronda yang terdiri dari 7bangunan

di 7 Dusun desa bayas jaya adalah bentuk swadaya dari kami selaku masyarakat desa bayas jaya ini,

maka terbentuk nya pos keamanan demi kenyamanan warga setempat dan ini adalah mutlak bangunan dari masyarakat sendiri dari mulai bahan-bahan material seperti paku-kayu dan genteng semua punya masyarakat tentunya kami masyarakat merasa kecewa apabila itu memang di buat bahan laporan dengan menggunakan anggaran dana desa senilai ( 30 000,000 tiga puluh juta) pada tahun 2020, ujar nya,,    

Lain daripada pos ronda salah satu warga desa bayas jaya yang enggan  di sebut namanya setelah awak media JP mempertanyakan kepada warga untuk dana penyelengaraan festifal HUT,RI raya serta realisasi bangunan dan anggaran Rehabilitasi peningkatan prasarana jalan desa gorong-gorong/ selokan iya menyampaikan-

bahwa  pembangunan peningkatan jalan  gorong-gorong dan HUT, RI  itu kapan di adakan nya juga bangunan pun dimana dan sebelah mana tepat nya karna setau kami bangunan gorong-gorong itu yang bangun adalah dinas PU bukan juga desa,  dan kita semua mungkin tahu kalo pada tahun 2020 itu kita masih di guncang COVID tidak bisa berkrumun dan sangat dilarang untuk adakan kegiatan apalagi penyelenggaraan Festival HUT, RI,

dan juga masalah bangunan itu sangat jelas bahwa tidak ada alias fiktif

nilai yang di pergunakan pun sangat besar seperti festifal 8,200,000,00  gorong-gorong .24.000,000,00   Dan sekarang sudah jelas bahwa bangunan itu memang tidak ada

Nah sekarang kami mempertanyakan Dana itu di kemanakan dan di apakan pastinya bisa dikatakan untuk memperkaya diri tentunya dengan alasan masyarakat dan bangunan sesuai laporan ny dalam pengelolaan anggaran dana desa itu maka kami selaku masyarakat kecil mohon lah jangan masyarakat yang selalu jadi bantalan untuk kepentingan pribadi apalagi untuk memperkaya diri,

Dan butuh kami sampaikan dari kami masyarakat desa bayas jaya teruntuk  aparat penegak hukum

Kepada yth: KPK  INSPEKTORAT

dan KEJARI  juga  TIVICOR  kab.pesawaran untuk turun ke desa kami desa bayas jaya kecamatan waykhilau kabupaten pesawaran, priksa dan kroscek lagi laporan keuangan dana desa DD tahun 2020 jangan hanya priksa kantor nya saja,

cari lah fisik sesuai laporan,

bertindaklah dengan tegas adil se adil adil nya demi masyarakat yang sudah trzolimi

Lanjut ia mengatakan,

dan di tambah lagi bangunan peningkatan monumen gapura apakah sesuai juga dengan anggaran yang digunakan oleh kepala desa sehingga bisa mencapai biaya yang cukup HOT dengan angka 67,651000,00  masak mas bangunan kecil dan hanya satu biji bangunan nya kok bisa hinga menelan dana cukup besar berarti mark up dong,,

imbuh nya ,,       

                            (Zohir)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News