Next Post

Gugatan Warga Eks Lokalisasi Jarak Dolly Surabaya

Surabaya, jagadpos.com – ” Kebahagian itu muncul, bila Kita bisa berbuat sesuatu yang membuat orang lain bisa tersenyum bahagia menikmati dan merasakan penuh tulus ikhlas tanpa ada paksaan “

Bahwa Perkumpulan Badan Hukum Forza Pancadarma Lokamandiri ( FPL ) menguasakan pada Tim Kuasa Hukum NAEN SOERYONO dan REKAN, pada hari Rabu 4 November 2020 mendatangi Pengadilan Negeri Surabaya. Hal tersebut yang berkaitan dengan Agenda Sidang Pertama tentang Gugatan Perbuatan Melawan Hukum.

Bahwa berdasarkan Nomor Perkara: 1042 Pdt.G/2020/PN.Sby Gugatan tersebut ditujukan kepada :

* Walikota Pemerintah Kota Surabaya sebagai Tergugat I,

* Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya sebagai Tergugat II,

* Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surabaya Sebagai Turut Tergugat lll

Bahwa pada saat agenda sidang pertama ini, Ketua Majelis Hakim Memeriksa Surat Gugatan beserta Surat Kuasa Khusus para pihak termasuk para Tergugat. Disela – sela hal tersebutkan, Yang Mulia Majelis Ketua Hakim mempertanyakan tentang legalitas dan kapasitas kuasa Para Tergugat dengan tanpa dilengkapi Kartu Tanda Advokat (KTA) serta Berita Acara Sumpahnya (BAS) berdasarkan peraturan perundangan Dirinya tidak dapat menunjukkan hal tersebut di muka persidangan.

” KEBENARAN YANG SEBENARNYA HARUS DI UNGKAP DAN KEADILAN HARUS DITEGAKKAN SETEGAK – TEGAKNYA “

Bahwa terkait di tundanya sidang pertama GUGATAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM pada e – court MAHKAMAH AGUNG pada PENGADILAN NEGERI SURABAYA dengan Nomor Perkara 1042 / Pdt, G / 2020 / PN. SBY akan tetap konsisten dalam persatuan dan kesatuan bersama warga eks Jarak Dolly mengawal jalannya persidangan, sampai kami tercapai semua yang diharapkan, yaitu :
” Ekonomi Kemandirian Warga Eks Jarak Dolly normal kembali dengan melegitimasi memberikan perlindungan & kepastian hukum bagi kegiatan usaha Rumah Musik Warga Eks jarak Dolly yang di akui oleh Dinas Pemerintahan yang berwenang di Surabaya.

” Setiap Warga negara berhak hidup dan serta juga berhak untuk memperjuangkan hidupnya guna memenuhi kebutuhan hidupnya”

Berdasarkan Duplik jawaban Tergugat 1 ( Pemkot Sby) pada tgl 20 januari 2021 di PN Sby, menyatakan :

1. Tergugat 1 tetap menolak dengan tegas dalil gugatan para penggugat

2. Tergugat 1 tetap menganggap bahwa gugatan FPL mewakili warga eks lokalisasi jarak dolly dianggap salah sasaran.

3. Tergugat 1 tetap bersikap bahwa Penggugat dianggap tidak memiliki kedudukan hukum dalam mengajukan gugatan tersebut.

4. Tergugat 1 tetap bersikukuh bahwa gugatan para Penggugat dianggap kurang pihak yg seharusnya dilibatkan dalam gugatan tersebut.

5. Tergugat 1 tetap menganggap bahwa gugatan para Penggugat dianggap kabur dan tidak jelas.

6. Penggugat 1 menuntut balik para Penggugat dan menuntut Penggugat untuk membayar ganti rugi biaya pengadilan.

Dari Replik Duplik jawaban Tergugat 1 , menurut Tim Kuasa Hukum NAEN SOERYONO dan REKAN, bahwa jawaban dari Tergugat 1 sudah biasa dilontarkan begitu bila di gugat oleh warganya, dan nantinya akan diputuskan dalam agenda persidangan dengan Pembuktian,tutur dari salah Tim Kuasa Hukum FPL.

” Benar belum tentu baik dan Baik belum tentu benar ” tutur Benardi

Dhione

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News