Next Post

DUGAAN PENYELEWENGAN ANGGARAN DANA DESA BAYAS JAYA YANG TIDAK TEREALISASI

911C529D-0074-4CD8-AEA7-8E457E68E07E

Jagadpos-pesawaran-lampung

Pesawaran.Dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Tahun 2020 Desa Bayas jaya Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran di duga fiktip tidak jelas pisik nya,

Saat di komfirmasi awak media pada bulan lalu , Kepala desa Darwis, dirinya Disinggung terkait dugaan penyelewengan DD Tahun 2020. “Diri nya menyangkal, Di buktikan saja, saya siap diperiksa jika dipanggil oleh aparat penegak hukum, dan siap ditangani pihak inspektorat, Ucapnya”.

Rabu 18 agustus 2021

Mencuatnya  berawal dari warga setempat yang tidak mau di sebut nama nya, mencurigai kurangnya transparansi penggunaan anggaran Dana Desa yang mengalami perubahan. Salah satunya,

Penyedian insentif/operasional RT/RW Rp.102,000,000.

penyuluhan dan pelatihan bidang kesehatan(untuk masyarakat tenaga dan kader kesehatan dll, Rp.5.000,000,

pengadaan/penyelenggaran Pos keamanan,Rp.30.000.000.

Bantuan hukum untuk aparatur desa dan masyarakat miskin,Rp.10,858,000.

Yang di duga fiktip tidak terealisasi dan tidak jelas.

Di tambah lagi dengan  apa yang di jelaskan seorang wara tidak lain Ada lah tokoh agama selaku guru ngaji yag juga Enggan di sebut namanya,

ia menjelaskan bahwa.,  saya tidak pernah menerima insentif ataupun honor dari pengurus desa bayas jaya pada tahun 2020 lalu sebesar.Rp1200.000 setelah saya lihat data yang sudah di cap Dan di tandatangani oleh kades  kok Ada nama saya tertulis sebagai marbot sementara saya hanya guru ngaji bukan marbot dan di dalam data tersebut pun bukan hanya saya,

terhitung Ada  tujuh orang yang di tulis sebagai marbot dengan honor yang sama dan total Dana keseluruhan. Sebesar Rp8400.000.

sedangkan saya tidak pernah tanda tangan pada tahun itu apalagi menerima Dana nya  sehingga jadi pertanyaan saya siapa yang menandatangani data tersebut ,

Ada juga  yang saya terima Dana itu sudah di tahun 2021 ini artinya baru sekali sedangkan tertulis sudah dua kali nah kemana Dana yang awal berarti hilang di telan bumi ,,, ungkap tokoh agama.

Pengawalan keuangan  desa dan pembangunan desa merupakan tugas yang harus diemban dengan sebaik-baiknya, jumlah dana yang digelontorkan ke desa. sebagai pengawal kebijakan strategis Presiden, Menteri dan Kepala Daerah dituntut untuk memberikan rekomendasi yang bersifat strategis agar implementasi

UU Desa ini dapat berjalan dengan baik,,

Pengawalan desa membutuhkan integrasi yang harmonis dari seluruh potensi yang ada, maupun stakeholders lainnya, karena banyak aspek di desa yang perlu dikawal secara bersama-sama.

Dana Desa adalah amanah dari undang-undang sebagaimana diatur dalam Pasal 72 Ayat 2 UU Nomor 6 Tahun 2014.

Sebagai salah satu dari pendapatan desa, maka pemerintah pusat berkewajiban mengalokasi Dana Desa dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)    (Zohir)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News