Next Post

DIDUGA OKNUM KEPALA DESA BAYAS JAYA POTONG INSENTIF APARAT BERDALIH UNTUK JATAH WARTAWAN

4BE71421-2DDB-446A-A42C-CA175EF9CB99

Jagadpos-pesawaran-lampung

Dugaan pemotongan gaji terhadap perangkat dan Kader Posyandu Desa Bayas Jaya Waykhilau Kabupaten Pesawaran mencuat. Dugaan pemotongan itu sebesar 100-200 ribu per triwulan,

Rabu 18 ags 2021.

Dari keterangan salah satu Rukun Tetangga (RT) desa bayas jaya yang menyayangkan kejadian tersebut mengatakan “Pemotongan insentif dilakukan setiap Triwulan pembagian insentif kepada RT dan aparatur sebesar Rp100.000 sementara insentif RT dalam triwulan hanya Rp. 3.000,000 sisa potongan yang diberikan Rp, 2900 000 untuk tujuh belas (17) RT di desa ini,” ungkapnya.

“Maka global menjadi satu juta tujuh ratus  pendapatan si Oknum ditambah lagi aparatur seperti kepala dusun yang ikut di potong dengan potongan  yang sama perbulan, maka dalam triwulan di kali tujuh dusun,” jelasnya.

Lanjut ia mengatakan “Pemotongan gaji kemarin  yang berjalan sejak tahun 2020 lalu dilakukan oleh Oknum Kepala Desa dengan dalih dana itu di peruntukan jatah WARTAWAN. Kami heran, masak Wartawan jadi urusan kami. Harus nya kepala desa dong yang tanggung jawab tentang itu kenapa kok motong dari hasil gajih kami, sudah gaji kecil di potong juga.

Dan seharusnya dijelaskanlah berapa jumlah uang yang didapat, dan kegunaanya untuk apa dan siapa Oknum wartawan itu kami perlu tau jika benar mau transparan,” imbuh nya.

Hal serupa dengan apa yang dikatakan rukun tetangga,,

Zainudin selaku anggota BPD juga menyampaikan dimana pemotongan anggaran insentif itu sudah menjadi buah bibir, khususnya di Desa Bayas Jaya ini.

“Jadi dari seluruh yang berfungsi dan yang merasa bekerja di kantor desa juga berikut kader-kader posyandu pun ikut di potong gajinya sebesar Rp. 100.000 ditambah lagi guru ngaji yang juga menjadi target pemotongan sebesar Rp. 200.000 karna yang disampaikan hanya Rp. 1000.000 sedangkan di laporan Rp. 1200,000,” ungkapnya.

“Hal itupun atas keterangan salah satu aparatur dan guru ngaji itu mereka membenarkan kejadian itu kepada saya. Jadi sebelum gajian mereka di sodorkan selembar surat  keterangan bahwa (Tidak ada pemotongan insentif) untuk di tanda tangani, dan setelah  di Tanda  tangani  mereka baru menyadari bahwa dana tersebut sudah di pangkas duluan oleh kepala desa,” jelas BPD itu dengan nada agak kesal.

Disisi lain, hal tersebut di benarkan oleh salah satu kader  posyandu saat di konfirmasi awak media, iya juga mengimbuhkan tentang keluh kesahnya terhadap apa yang menjadi keputusan kepala desa, “Harusnya gaji saya itu 450 ribu kok sekarang malah di potong. Bukannya naik malah mengecil menjadi Rp. 350.000. Tidak tau apa alasannya pokok nya yang saya terima hanya 350 ribu tidak lebih.

Sayangnya Sarkoni selaku Kaur Keuangan  desa saat dikonfirmasi melalui via whatsap iya membalas dengan jawaban, “Mohon maaf bang setau saya tidak ada pemotongan baik itu aparatur desa ataupun RT serta kader-kader,” pungkas nya.

Sampai berita di terbitkan  kepala desa pun tidak bisa di konfirmasi  baik di rumah dan via seluler,,,      

                                                   (Zohir)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News