Next Post

ORMAS GERCIN LAPORKAN PENGELOLA PABRIK BAYAS JAYA KE DLH PESAWARAN

F73816D4-495E-4D50-8117-3EA33DDBE81A

Jagadpos-pesawaran-Lampung

Ormas gerakan rakyat cinta Indonesia (GERCIN) kabupaten pasawaran

Laporkan dugaan pabrik Gilingan

padi Dan kopi yang membuang limbah ke sungai  Di Desa bayas jaya dusun lebak damar kecamatan waykhilau,

Ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten pesawaran.

Senin 9/8/2021

Sri.yanti Selaku Kasi PKDL Dinas Lingkungan Hidup mengatakan nanti kita Surface ke Lapangan secepatnya dimana terkait laporan masyarakat bayas jaya tentang limbah ini Dan harus Di ketahui juga

Bahwa pembuatan atau bangunan pabrik sebetul nya tidak boleh berdekatan dengan sungai apalagi kalau memang tidak Ada izin nya  Dan izin tersebut harus melalui proses ke pihak perizinan Dan PTSP maka nanti tetap secepat nya Akan kita tindak lanjuti tentang per-masalahan ini bila perlu kita berikan himbauan Dan pembinaan tegas untuk si pengelola tegas,,Sri yanti

Dari beberapa warga yang melaporkan per.masalahan pen cemaran yaitu

Pada hari Sabtu Tgl 24 juli lalu kepada Ormas Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (GERCIN) Dpc kabupaten pesawaran,

Pabrik penggilingan Padi Dan Kopi yang di kelola oleh bapak Ma.ud (48) warga desa bayas jaya yang mencemari sungai berupa kulit Padi Dan kulit Kopi yang menumpuk di bibir sungai Dan sebagian sudah ter bawa arus,

bahwa pabrik itu sudah berjalan selama 20 tahun dan selama itu juga kami hanya bisa diam melihat limbah padi Dan kopi itu menumpuk Di tepi sungai sampai ketengah yang ikut terbawa arus  karna kami belum tau aturan pemerintah seperti apa dan bagaimana

Undang-undang nya,

kadang jika musim hujan tentunya Sungai Akan banjir mungkin tujuan si pengelola pabrik agar limbah itu bisa habis terbawa arus maka tak perlu

capek-capek lagi untuk membuang limbah itu,

Dan pernah juga kami laporkan ke kepala Desa  terkait per-masalahan tersebut kepala Desa hanya diam saja tanpa Ada solusi seperti tidak menggubris laporan warganya ,,ucap,, Warga bayas jaya,

Di tempat terpisah

Rozi yuni selaku ketua ormas Gerakan Rakyat cinta Indonesia (GERCIN)

kepada awak media JAGADPOS.COM menyampaikan bahwa duga,an

Tersebut sudah mengangkangi

UU PPLH Pasal 104 yang berbunyi

Setiap orang yang mlakukan damping limbah Dan/atau bahan kemedia lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana di maksud dalam Pasal 60 maka Akan di pidana paling lama 3

(Tiga) tahun Dan denda paling banyak sebesar Rp 3.000.000.000 (Tiga Miliar)

Maka kami selaku ormas yang siap ber,sinergi dengan masyarakat dan menjalankan  tugas-tugas seusai poksi Dan ketentuan  UU yang  berlaku  membela masyarakat yang terzolimi

Maka kami berharap kepada dinas terkait untuk segera memproses dugaan limbah yang sudah mencemari lingkungan Dan sungai tersebut yang selama ini sudah meresahkan masyarakat

Di tiga desa satu kecamatan waykhilau yaitu

Desa Bayas jaya Desa Padang cermin

Desa tanjung kerta Dan Desa kotajawa,,

Imbuh Rozi yuni ketua ormas,,       (zohir)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News