Next Post

Berkemah di Gunung Kotak, Sugiri Sancoko: Kita Belajar Memahami Ngrayun dari sini

Ponorogo – Beberapa orang bernyanyi dan berjoget bersama mengikuti suara penyanyi, diiringi musik akustik yang begitu rancak, semakin menambah suasana keakraban di antara mereka. Suasana makin meriah saat sang bintang tamu, Sugiri Sancoko bergabung dan menyanyikan lagu-lagu hits milik almarhum sang Godfather of Broken Heart, Didi Kempot. Susasana yang begitu hangat, seolah menjadi penawar dinginnya hembusan angin malam di Gunung Kotak, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, Sabtu (1/7/2020).

Kehadiran Sugiri Sancoko di Ngrayun, disambut antusias oleh para pendukungnya. Mereka berkemah bersama di Gunung Kotak, sebuah destinasi wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Cepoko.

“Kita di sini berkumpul dan bernyanyi bersama, biar tidak mengganggu orang lain sambil menikmati suasana di Gunung Kotak. Kita mengenal ada ‘jazz gunung’ anggap saja ini ‘akustik gunung’,” ujar Mas Giri, sapaan akrab Sugiri Sancoko sambil tertawa.

Menurut Mas Giri, tujuan dirinya datang kesini adalah untuk membangun kedekatan dengan masyarakat Ngrayun.

“Kita tidak bisa melukis Ngrayun dari kota, kita harus datang. Kita lihat dari dekat. Kita dengarkan keluhannya, tangisannya. Selanjutnya, masyarakat Ngrayun bebas memilih, apakah masih mau memperoleh pahala dengan banyak membaca ‘istighfar’ dan bersabar, atau bangkit dan berteriak ‘Allahu Akbar’ dan berjuang bersama kita,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Maryanto, ditemui di sela-sela acara Akustik Gunung, Sabtu (1/7/2020). (Foto: Dian Wahyu/jp.online.id)

 

Dihubungi di sela-sela acara, Maryanto, ketua panitia mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mengenalkan Gunung Kotak sebagai salah satu obyek wisata Desa Cepoko.

“Alhamdulillah ini antusiasnya luar biasa. Kurang lebih ada 200 – 250 orang yang berkumpul di sini dan di depan (jalan masuk Gunung Kotak),” ujarnya.

Disinggung tentang indikasi adanya muatan politis kedatangan Sugiri Sancoko yang notabene adalah salah satu bakal calon bupati ponorogo, pihaknya menjawab itu terserah kepada publik yang menilai.

“Tujuan utama kita mengenalkan Gunung Kotak. Kalau dianggap kegiatan politik, ya, terserah,” ucap Maryanto yang akrab dipanggil Gecol ini.

Pria yang pernah menjadi calon legislatif dari Partai Nasdem pada Pemilu 2009 ini menambahkan bahwa pihaknya berharap dengan kedatangan Sugiri Sancoko di Gunung Kotak bisa membantu promosi obyek wisata tersebut.

“Apalagi kalau misalnya nanti beliau terpilih, kita berharap Gunung Kotak, Desa Cepoko dan Kecamatan Ngrayun pada umumnya lebih diperhatikan,” pungkasnya. (ian)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Newsletter

Dapatkan berita terupdate kami.

ban11

Recent News