Next Post

Berkat Kerja Keras Relawan, Wabah Covid-19 di Desa Glonggong Bisa Dikendalikan

Madiun – Wabah Covid-19 yang sempat menghantui Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun nampaknya mulai bisa dikendalikan. Semua itu berkat kerja keras seluruh elemen masyarakat yang ada di Desa Glonggong dan relawan covid-19.

Dimana kunci keberhasilan ini adalah kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan pembatasan dan protokol kesehatan. Seperti disampaikan oleh Kepala Desa Glonggong, Suwito melalui Sekertaris Desa, Sumanto di kantor Desa, Kamis (27/8/2020).

Mewakili Kepala Desa, Sumanto mengatakan, pengendalian ini berhasil berkat komitmen seluruh masyarakat Desa Glonggong.
“Kasus ini sudah bisa kita kendalikan dan kehidupan kita sudah mulai membaik lagi. Pembatasan-pembatasan sudah mulai dikurangi, komitmen ada di kita, bersama-sama menjalankan hal ini,” tutur Sumanto.

Diceritakannya, ketika salah seorang warga berinisial B terkonfirmasi positif covid-19 dari klaster Temboro kemudian dikarantina di RSUD Caruban selama 14 hari dan keluarganya sebanyak 4 orang dewasa dan 1 orang bayi menjalani karantina mandiri. Seluruh kebutuhan mereka dipenuhi oleh relawan covid-19 Desa Glonggong.

“Segala macam keperluan sudah dilayani dari relawan covid-19, bahkan pakan ternaknya. Tujuannya, biar patuh dikarantina,” katanya kepada media ini.

Relawan Covid-19 Desa Glonggong terdiri dari perangkat desa, lembaga desa, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan masyarakat. Kondisi Desa Glonggong saat ini sudah jauh lebih baik, tidak ada lagi warga yang terkonfirmasi positif covid-19.

Kini yang perlu terus diupayakan adalah kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan serta menjaga kondusifitas lingkungan. Karena di masa awal ada warga yang terkonfirmasi positif covid-19, semua orang takut dan panik.

“Untunglah, berkat kerja keras Babinsa, Babhinkamtimas, tenaga kesehatan serta perangkat desa yang tiap hari keliling mensosialisasikan tentang covid-19 tersebut akhirnya msyarakat menjadi sadar dan mempunyai pemahaman yang benar. Sehingga bulan Mei lalu, (desa) kita diikutkan kampung tangguh,” jelasnya.

Sumanto menambahkan, harapannya kita bisa mengedukasi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Sehingga bila nanti, misalkan ada permasalahan tentang covid-19 Desa Glonggong, masyarakat sudah siap sejak dini.

Untuk kegiatan masyarakat, seperti hajatan sudah boleh digelar pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sekarang ini. Hanya saja, menurut Sumanto, relawan covid-19 akan berjaga untuk mengawasi dan mengedukasi masyarakat sehingga kegiatan itu memakai protokol kesehatan.

Dikatakannya, pengajian bisa 50 orang dan hajatan 50 orang tapi pas resepsi tidak boleh prasmanan makan ditempat, datang memberi sumbangan langsung diberi nasi kotak.

“Kegiatan hajatan tersebut juga menyediakan alat pengecekan suhu dan cuci tangan. Tamu yang hadir juga harus selalu menjaga jarak dan memakai masker. Dan (pelaksanaan) itu semua diawasi oleh satgas covid-19,” ujar Sumanto.

“Semua sesuai SK Bupati Madiun,” pungkasnya. (Adv/s.rud)

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *