ads

Slider[Style1]

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

JOMBANG, jagadpos.com - Dugaan adanya “permainan” pada pelelangan paket Pengadaan Alat Pendidikan IPA, Matematika, IPS SMP DAK 2011, menambah panjang daftar problem realisasi DAK pendidikan 2011 di Kabupaten Jombang. Hal ini, sesuai kajian Kelompok Kerja Paguyuban (KKP) Lembah Brantas yang mensinyalir adanya upaya kongkalikong antara Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang dengan pemenang lelang pada paket dengan pagu senilai Rp 1.088.000.000 itu.

Enggo Waskito, Koordinator KKP Lembah Brantas, menyatakan agar Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang memeriksa kembali, apakah pemenang lelang memang memenuhi spesifikasi dan syarat yang tertuang dalam petunjuk teknis DAK Pendidikan 2011 dan syarat dalam dokumen lelang (RKS). Jika tidak bisa memenuhi spesifikasi maupun syarat yang ditentukan dalam RKS, tentunya PPK (Pejabat pembuat Komitmen) dan PA (Pengguna Anggaran) harus menggunakan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam Perpres 54/2010 beserta perubahannya, yakni mengembalikan dokumen lelang kepada panitia/ pokja, agar dilakukan evaluasi ulang.

Dalam hal tersebut, CV Ashkaf, pemenang tender, dimana syarat-syarat maupun kelengkapan dokumen, produsen beserta barangnya adalah sama persis dengan CV Cahaya Anugerah yang menawar dengan harga Rp 898.722.000. Sementara CV Ashkaf menawar dengan harga Rp 913.550.165. “Kenapa yang dimenangkan adalah CV. Ashkaf yang penawarannya lebih mahal? Harusnya yang dinyatakan sebagai pemenang adalah CV Cahaya Anugerah, karena dokumen dan barang antara CV Cahaya Anugerah dan CV Ashkaf adalah sama persis,” katanya.

CV Cahaya Anugerah dinyatakan gugur karena tidak bisa memenuhi syarat tertentu yang dinyatakan pada RKS, padahal domumennya sama persis dengan CV Ashkaf. Hal ini tentunya mengherankan, jika CV Cahaya Anugerah dinyatakan gugur, karena alasan surat uji kelayakan dari lembaga pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan (P4TK) tidak sesuai dengan persyaratan, maka harusnya CV Ashkaf juga dinyatakan tidak memenuhi syarat dan gugur, karena dokumen CV Cahaya Anugerah dan CV Ashkaf adalah sama persis. Sebab keduanya mendapat dokumen dan barang dari produsen yang sama, yakni dari produsen alat peraga CV Wardana & Group.

Padahal, dalam Perpres No 54/2010 menyatakan bahwa, apabila evaluasi yang digunakan adalah sistem gugur, maka berdasarkan hasil evaluasi harga, ULP/Panitia Pengadaan membuat daftar urutan penawaran yang dimulai dari penawar dengan harga terendah dan mengusulkan penawar dengan harga terendah sebagai pemenang.

Terkait persoalan ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan ini, Djulaini SPd MSi, saat hendak dimintai keterangan, tidak sedang di tempat. (rot/rif)

About Jagad Pos

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top